Firnadi Ikhsan Dorong Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Jadi Simbol Transisi Ekonomi Hijau Kaltim
SAMARINDA – Di tengah upaya Kalimantan Timur mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru di luar sektor pertambangan, Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Firnadi Ikhsan, menilai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat dapat menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan berjalan beriringan.
Menurut Firnadi, kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat menyimpan peluang besar untuk mengembangkan ekonomi hijau yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat tanpa mengurangi kualitas lingkungan.
Ia mengatakan, selama ini Kalimantan Timur dikenal sebagai daerah penghasil sumber daya alam yang bertumpu pada sektor ekstraktif. Namun ke depan, daerah perlu memperkuat sektor-sektor yang lebih berkelanjutan dan mampu menciptakan nilai tambah secara terus-menerus.
“Sangkulirang-Mangkalihat menunjukkan bahwa alam yang dijaga dengan baik justru dapat memberikan manfaat ekonomi yang besar. Ini bukan hanya tentang konservasi, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat memperoleh kesejahteraan dari pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan,” ujarnya.
Firnadi menjelaskan, potensi ekonomi yang dapat tumbuh dari kawasan geopark sangat beragam. Selain sektor pariwisata, peluang juga terbuka pada pengembangan UMKM lokal, ekonomi kreatif, penelitian, pendidikan lingkungan, hingga jasa lingkungan yang saat ini semakin mendapat perhatian di tingkat nasional maupun global.
Menurutnya, tren pembangunan dunia mulai bergeser ke arah ekonomi rendah karbon dan pemanfaatan sumber daya yang lebih bertanggung jawab. Karena itu, Kalimantan Timur perlu mengambil peran dalam perubahan tersebut dengan mengoptimalkan potensi kawasan-kawasan strategis seperti Sangkulirang-Mangkalihat.
Firnadi juga menaruh harapan besar terhadap proses verifikasi geopark yang akan dilakukan tim nasional dalam waktu dekat. Ia berharap seluruh potensi yang dimiliki kawasan tersebut dapat terlihat secara komprehensif sehingga mampu memperoleh pengakuan yang lebih tinggi di masa mendatang.
“Target kita bukan hanya status geopark nasional, tetapi bagaimana kawasan ini bisa menjadi kebanggaan Indonesia di tingkat dunia melalui pengakuan UNESCO Global Geopark,” katanya.
Lebih jauh, Firnadi meyakini pengakuan internasional akan memberikan dampak positif yang luas bagi daerah, mulai dari meningkatnya daya tarik wisata, berkembangnya kegiatan penelitian, hingga terbukanya peluang investasi yang ramah lingkungan.
Baginya, keberhasilan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat akan menjadi bukti bahwa masa depan ekonomi Kalimantan Timur tidak hanya bertumpu pada hasil tambang, tetapi juga pada kemampuan menjaga dan mengelola kekayaan alam secara bijaksana demi kesejahteraan generasi mendatang.
