Erau Masuk KEN, Firnadi Dorong Dampak Ekonomi yang Lebih Terukur

WhatsApp Image 2026-09-23 at 20.39.26

TENGGARONG — Masuknya Festival Erau Adat Kutai 2026 dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) dinilai menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur dari Fraksi PKS, Firnadi Ikhsan, menyampaikan hal itu saat menghadiri pembukaan Erau di Tenggarong, Minggu (20/9/2026).

Menurut Firnadi, pengakuan Erau sebagai event nasional perlu diikuti dengan evaluasi yang lebih terukur. Selain menjaga nilai budaya sebagai ruh utama, pemerintah perlu mengetahui sejauh mana pelaksanaan Erau memberikan dampak terhadap pariwisata dan perekonomian masyarakat.

“Erau sudah naik kelas. Menurut saya, cara kita mengevaluasinya juga harus naik kelas. Budaya tetap menjadi ruh utama, tetapi kita juga perlu mengetahui seberapa jauh event sebesar ini memberi manfaat kepada masyarakat,” ujar Firnadi.

Ia mengapresiasi target sekitar 40 ribu pengunjung dan rencana penyelenggara untuk mengukur dampak ekonomi selama pelaksanaan Erau. Menurutnya, pengukuran tersebut dapat diperluas, tidak hanya menghitung jumlah pengunjung, tetapi juga asal wisatawan, lama tinggal, destinasi yang dikunjungi, serta aktivitas ekonomi yang tercipta.

“Kalau 40 ribu orang datang, pertanyaan berikutnya adalah berapa yang berasal dari luar Kukar, berapa yang menginap, ke mana mereka berkunjung, dan bagaimana belanja mereka menggerakkan hotel, kuliner, transportasi, UMKM serta ekonomi kreatif masyarakat,” jelasnya.

Firnadi menilai data yang dikumpulkan secara konsisten setiap tahun akan membantu pemerintah mengevaluasi perkembangan Erau sekaligus menentukan kebijakan pariwisata yang lebih tepat.

Ia juga mendorong agar Erau menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal lebih luas potensi Kutai Kartanegara. Pengunjung diharapkan tidak hanya menghadiri rangkaian acara, tetapi juga mengunjungi destinasi wisata, menikmati kuliner lokal, serta membeli produk UMKM.

“Keberhasilan Erau tentu bukan hanya soal keramaian. Kita ingin orang datang karena budaya Kutai, tinggal lebih lama, mengenal Kukar lebih jauh, kemudian membawa pengalaman baik tentang daerah ini ketika mereka pulang,” katanya.

Firnadi berharap hasil evaluasi Erau 2026 dapat menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan pada tahun berikutnya.

“Budayanya kita jaga, kualitas event-nya kita tingkatkan, pariwisatanya berkembang, dan manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat. Saya kira di situlah Erau dapat terus tumbuh tanpa kehilangan jati dirinya,” pungkasnya.