Gerakan Kolektif Ketahanan Pangan Kaltim

webbbbbb

Ketahanan pangan adalah salah satu dari empat sektor utama dari prioritas kerja pemerintahan Presiden Prabowo. Empat sektor tersebut adalah; memberikan makanan bergizi gratis, memperkuat ketahanan pangan, memperkuat ketahanan energi, dan mengakselerasi hilirisasi.

Kalimantan Timur sebagai provinsi penyangga Ibu Kota Nusantara, merasa memiliki kewajiban untuk menjadi provinsi yang memiliki konsep ketahanan pangan yang baik. Dengan ketahanan pangan yang memadai, maka masyarakat yang tinggal di IKN serta daerah penyangganya akan mudah mendapatkan pangan yang berkualitas dan terjangkau, karena hal ini sangat berhubungan dengan naiknya tingkat kesejahteraan masyarakat.

Namun, pemerintah Kalimantan Timur sadar, bahwa terwujudnya ketahanan pangan harus didukung oleh banyak faktor dan banyak pihak. Pemerintah pun menggagas sebuah Gerakan Kolektif Mewujudkan Ketahanan Pangan Provinsi Kaltim dengan mensinergikan UPTD Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pertanian, Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Holtikultura bersama Kelompok Tani dan Nelayan Andalan Provinsi Kaltim, beserta para akademisi yang bergerak di bidang pertanian dan tanaman pangan, serta tak ketinggalan para anggota legislatif yang berada di komisi dua DPRD Provinsi Kaltim–membidangi Perekonomian dan Keuangan.

Firnadi Ikhsan–anggota legislatif DPRD Prov Kaltim Dapil Kutai Kertanegara–dalam wawancaranya di TVRI Kaltim, Kamis, 2 Oktober 2025, menyampaikan bahwa kemampuan provinsi Kaltim dalam penyediaan beras baru mencapai 50% dari kebutuhan seluruh masyarakat. Berarti untuk makanan pokok saja Kaltim masih sangat bergantung dari pasokan luar. Belum lagi bicara tentang bahan pangan yang lainnya.

Informasi selanjutnya berasal dari Prof. Dr. Rusdiansyah–pengamat pertanian dari Universitas Mulawarman–yang menyampaikan bahwa hanya lima kabupaten yang berposisi sebagai produsen beras, sedangkan lima kabupaten lainnya sangat bergantung pada yang lima tadi. Ini menjadi PR tersendiri bagi pemerintah Provinsi Kaltim untuk mampu menggerakkan sektor pertanian di seluruh kabupatennya.

Satu statemen menarik dari Firnadi Ikhsan adalah tentang pemerintah yang harus menjadikan sektor pertanian menarik bagi kaum muda. Pengetahuan, kemampuan teknologi, dan akses ke pasar adalah modal kaum muda untuk mampu memajukan sektor pertanian. Bagaimanapun regenerasi dalam pertanian memang sangat dibutuhkan. Hal ini demi terwujudnya Generasi Emas 2025. (VdR)