Jaulah Ketua Majelis Syuro PKS Perkuat Soliditas Dakwah di Kalimantan Timur
Markas Da’wah PKS DPW Kaltim, Jl. M Yamin, Samarinda. Ahad, 25 Januari 2026
Muhammad Shohibul Iman memasuki aula Adil Sejahtera tepat pukul 13.30, diiringi oleh Suswono–Sekretaris Majelis Syuro dan Pimpinan DPW PKS Kaltim, diantaranya Ketua MPE PKS Kaltim–Dedi Kurniadi, Ardiansyah Sulaiman dan Wasis Riyanto sebagai Ketua dan Sekretris DPW, dan beberapa petinggi PKS lainnya.
Ardiansyah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran MSI sudah lama sangat diharapkan oleh kader PKS Kalimantan Timur. “Semoga silaturahmi dan kehadiran Ketua dan Sekretaris Majelis Syuro PKS ini, membawa berkah bagi perjuangan Da’wah di Kalimantan Timur.”
Kabar kehadiran Ketua dan Sekretaris Majelis Syuro ini baru didapat tengah malam Sabtu, 24 Januari. Namun, dengan penuh keyakinan, instruksi untuk menghadiri jaulah Ketua MS tetap disampaikan. Dan, kader PKS di seluruh Kota Samarinda mampu membuktikan komitmennya untuk hadir.
“Syarat untuk mampu bersaing dalam kontestasi politik di Indonesia harus memiliki dua hal; tokoh dan mesin politik. Namun, kenyataannya, tidak ada partai politik yang benar-benar memiliki dua modal tersebut. Di Indonesia, masyarakat umumnya memilih karena tokoh, walaupun mesin politiknya tidak kokoh.”

PKS mungkin satu-satunya partai yang memiliki mesin politik yang kuat dan solid. PKS juga memiliki struktur yang kokoh, tidak mudah digoyah oleh isu-isu yang memecah belah. Sampai saat ini, kader. PKS masih berjuang untuk lebih dikenal secara nasional, dan selalu berusaha menjadi sosok yang mampu mengangkat nama partai. Harapan ke depannya, akan lahir kader-kader PKS muda yang mampu menjadi tokoh di daerahnya masing-masing, dan terus bergerak menjadi tokoh nasional.
Kader PKS terkenal memiliki karakter setia, solid, dan mampu bekerja secara tim. Inilah karakter yang terbentuk dari Unit Pembinaan Anggota yang dilakukan rutin setiap pekan Tradisi baik yang dibangun dalam UPA ini harus dijaga konsistensinya.
PKS di pemerintahan saat ini memilih untuk berposisi sebagai koalisi. Dasar pemilihan keputusan ini adalah tentang “manfaat dan mudhorot” posisi PKS bagi perkembangan da’wah. Harapannya dengan menjadi koalisi, PKS dapat lebih bermanfaat dalam membangun Indonesia.
PKS menyatakan bahwa koalisi PKS saat ini adalah koalisi yang cerdas. Koalisi yang mendukung keputusan-keutusan pemerintah yang berguna bagi masyarakat, serta menjadi pihak yang kritis jika pemerintahan mengeluarkan keputusan yang tidak bermanfaat bagi masyarakat.
PKS harus mampu memanfaatkan posisi sebagai partai koalisi, mencari hal-hal yang bermanfaat bagi kepentingan partai dan publik. Mungkin tidak semua kehendak partai dapat terealisir, tapi setidaknya, kita bisa bermain cantik memanfaatkan peluang-peluang yang ada.
